Tutup SPMB 2026 Pendaftar SPANDAPAL Naik Dibanding Tahun Lalu

 





[Ngrampal/Sragen] – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru [SPMB] tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 2 Ngrampal resmi ditutup. 

Berdasarkan data panitia SPMB, total pendaftar yang masuk mencapai 144 siswa dari semua jalur pendaftaran.
Meski jumlah tersebut belum memenuhi target kuota yang ditetapkan, capaian ini menunjukkan peningkatan  dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami bersyukur dan mengapresiasi kerja keras seluruh panitia, guru, dan tim yang terlibat dalam SPMB tahun ini. Dari sisi jumlah pendaftar, hasilnya sudah lebih baik dari tahun sebelumnya," ujar Ketua SPMB.

Peningkatan jumlah pendaftar ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap SMP Negeri 2 Ngrampal terus bertumbuh. Pihak sekolah juga akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar target kuota dapat tercapai di tahun-tahun mendatang.

"Terima kasih untuk semua yang telah bekerja keras pada SPMB ini. Terimakasih Untuk semua pendaftar yang telah memilih SMP Negeri 2 Ngrampal sebagai pilihan pendidikan menengah pertama. Mari kita jadikan 144 siswa ini sebagai awal untuk mencetak generasi yang berprestasi," tambahnya.

Selanjutnya panitia akan melakukan proses verifikasi dan daftar ulang hasil seleksi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Merujuk kabar lain, hasil yang diperoleh patut disyukuri mengingat Pelaksanaan SPMB 2026 di Kabupaten Sragen masih menunjukkan ketimpangan antarsekolah. Dari 49 SMP negeri yang ikut seleksi, sebanyak 26 sekolah belum mampu memenuhi kuota penerimaan siswa baru, sementara hanya 23 sekolah yang kuotanya terpenuhi.

Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Sragen, Muh. Farid Wajdi, menyebut total pendaftar mencapai 9.267 siswa dari daya tampung 11.291 kursi. Artinya masih ada 2.024 kursi atau sekitar 17,9% yang belum terisi. Secara umum, sekitar 95% pendaftar berhasil diterima di sekolah tujuan, sedangkan 149 siswa tidak lolos melalui seluruh jalur penerimaan.

Menurut Farid, sekolah-sekolah favorit di perkotaan masih dipadati pendaftar, sedangkan banyak SMP negeri di wilayah pinggiran kekurangan siswa. Kondisi ini dipengaruhi meningkatnya kuota jalur prestasi, sehingga banyak siswa berprestasi dari desa memilih sekolah di kota. Selain itu, sebagian lulusan SD juga memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta maupun pondok pesantren.

Baca Selengkapnya di solopos espos id

Sragen Info 2026
#sragen #srageninfo #infosragen #sragen24jam #sragenbumisukowati---


Komentar

Postingan populer dari blog ini

APRESIASI SETINGGI-TINGGINYA UNTUK PARA DEWAN GURU DAN ALUMNI ANGKATAN 2025.

Wujudkan Visi Sekolah, Melalui Jargon KEREN

PURNA TUGAS KEPALA SMP N 2 NGRAMPAL 2025