Mulyanto, S.Pd., M.Pd.: Dari Guru IPA hingga Mengemban Amanah Memimpin SMP Negeri 2 Ngrampal




Dunia pendidikan Kabupaten Sragen kembali mencatat perjalanan seorang pendidik yang mendapatkan amanah baru. Mulyanto, S.Pd., M.Pd., kini dipercaya memimpin SMP Negeri 2 Ngrampal.

Amanah tersebut mulai dijalankan setelah pelantikan dan pergantian kepemimpinan pada 4 Agustus 2026. Keluarga besar SMP Negeri 2 Ngrampal kemudian menyambut kedatangan beliau sebagai kepala sekolah baru. 

Sebelum dipercaya memimpin SMP Negeri 2 Ngrampal, Beliau telah memiliki pengalaman sebagai pendidik dan kepala sekolah. Ia pernah menjadi guru di SMP Negeri 2 Plupuh sebelum kemudian dipercaya menjadi Kepala SMP Negeri 2 Tanon.

Di SMP Negeri 2 Tanon, namanya tercatat dalam berbagai aktivitas pengembangan sekolah. Ia juga pernah dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan kelompok kerja MKKS SMP Kabupaten Sragen. 

Latar belakangnya sebagai pendidik bidang IPA menjadi bekal dalam melihat pendidikan tidak hanya sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya membangun cara berpikir peserta didik. Sementara itu, gelar magister yang disandangnya menunjukkan perjalanan pengembangan profesional yang terus berlanjut.

Salah satu gagasan yang pernah disampaikan beliau ketika memimpin SMP Negeri 2 Tanon adalah pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kebutuhan informasi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. 

Jejak kepemimpinannya juga bersinggungan dengan pengembangan literasi, inovasi pembelajaran dan kepedulian lingkungan. SMP Negeri 2 Tanon, misalnya, memiliki Taman Literasi dan program Adiwiyata yang menjadi bagian dari kehidupan sekolah.

Peran dalam organisasi kepala sekolah

Ada informasi yang cukup menarik untuk memperkaya literasi para pembaca.

Dalam struktur MKKS SMP Kabupaten Sragen, Beliau tercatat sebagai Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) Tengah pada periode kepengurusan yang dipublikasikan MKKS. Saat itu beliau tercatat sebagai Kepala SMPN 2 Tanon.

Ini menunjukkan bahwa aktivitas profesional beliau tidak hanya berada di lingkungan sekolah yang dipimpinnya, tetapi juga bersinggungan dengan jejaring kepemimpinan sekolah tingkat Kabupaten Sragen.

Baca juga : Selamat datang Kepala sekolah Baru

Gagasan pendidikan yang tampak dari jejak publik beliau

Ini justru bagian yang menurut penulis paling menarik untuk "literasi pembaca".

Dalam sambutan yang ditulis ketika memimpin SMPN 2 Tanon, Bapak Mulyanto menekankan pentingnya teknologi informasi sebagai sarana pendidikan dan komunikasi sekolah. Ia menyebut website sekolah sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan informasi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. 

Dengan kata lain, dari tulisan publik beliau kita bisa menangkap setidaknya satu karakter kepemimpinan:

kepala sekolah yang melihat teknologi digital bukan sekadar pelengkap, tetapi sebagai bagian dari pelayanan informasi pendidikan. 

Hal tersebut cukup relevan karena beliau juga aktif menuangkan segala informasi dan update terbaru tentang pendidikan dan capaian sekolah melalui media sosialnya. 

Sebagai admin website SMPN 2 Ngrampal, penulis masih segar dalam ingatan, sepanjang penilaian berlangsung pada 26 Agustus 2026, hanya beberapa pekan setelah pergantian kepemimpinan, dan Beliau  sebagai kepala sekolah yang baru menyambut tim penilai. Pada 9 September 2026, Melalui dinas pendidikan, SMP N 2 Ngrampal langsung dinobatkan sebagai Juara 2.

Menarik juga: prestasi awal di tempat baru

Juara 2 Lomba Perpustakaan tingkat Kabupaten Sragen tahun 2026.

Kini tantangan baru menanti di SMP Negeri 2 Ngrampal. Menarik untuk melihat bagaimana pengalaman Bapak Mulyanto sebagai guru dan kepala sekolah sebelumnya akan diterjemahkan menjadi program, inovasi dan budaya baru di sekolah tersebut.

Yang jelas, perjalanan seorang guru menuju kepemimpinan sekolah bukan hanya tentang pergantian jabatan, tetapi tentang bertambahnya ruang pengabdian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wujudkan Visi Sekolah, Melalui Jargon KEREN

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN (LDK) SISWA SMP NEGERI 2 NGRAMPAL TAHUN 2025

Mengapa Harus Menjadi Sekolah Adiwiyata?